Thursday, 6 December 2018

Bertani kreatif ala Modern

Jika mendengar kata zaman milenial, rasanya kita benar-benar berada di zaman yang sangat modern. Zaman dimana keterbatasan semakin pudar dan apapun bisa kita lakukan. Nah, termasuk yang gemar bercocok tanam dan bertani.

Bertani? Wah, pasti yang ada dipikiran kita langsung menjurus ke suatu lahan kebun yang luas, dan persawahan. Namun jangan salah, bukan hanya teknologi komunikasi yang kian maju, namun juga teknologi pertanian juga berkembang pesat demi memenuhi kebutuhan pangan serta mengefektifkan lahan yang semakin terbatas.

1. Hidroponik
Hidroponik, menanam media air. Mungkin bagi sebagian orang istilah ini sudah tak asing didengar. Tidak perlu lahan besar, tanpa kotor-kotoran dengan tanah, dan tanpa pestisida kimia buatan sehingga lebih sehat disantap keluarga. Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Hidroponik merupakan bagian dari budidaya tanpa tanah. Banyak budidaya tanpa tanah namun dengan larutan untuk hidroponik. Tanaman yang tidak ditumbuhkan dengan cara pada umumnya, akan dapat untuk tumbuh menggunakan sistem lingkungan yang dapat dikendalikan seperti hidroponik. Hidroponik akan berkontribusi membuat kemajuan dalam perjalanan bisnis. 

2. Aeroponik
Aeroponik adalah cara bercocok tanam di udara. Di dalam aerponik, tanaman tidak diberi media untuk tumbuhnya akar, melainkan dibiarkan terbuka, menggantung pada suatu tempat yang dijaga kelembabannya. Akar dan tubuh tanaman dengan aeroponik tersebut disemprot dengan larutan pupuk yang mengandung nutrisi tanaman. Tanaman mengisap nutrisi melalui tubuh dan akar. Pada metode tanam aeroponik, tumbuhan lebih banyak bernapas melalui akar. Jika akar tidak masuk ke dalam media dan dibiarkan terbuka, maka pengambilan oksigen menjadi lebih lancar. Akibatnya metabolisme tumbuhan lebih cepat dan hal ini akan mempercepat pertumbuhannya. Melalui aeroponik ini air dan pupuk dapat dihemat. Tidak seperti hidroponik, yang menggunakan larutan nutrien cecair sebagai medium pertumbuhan dan mineral penting untuk mengekalkan pertumbuhan tumbuhan. Salah satu contoh pengembangan hidroponik, yaitu adanya sistem aeroponik.Berbeda dengan hidroponik yang mengandalkan air, aeroponik jauh lebih menghemat air karena menggunakan sistem semprot, aeroponik juga dibantu dengan teknologi embun buatan untuk menjaga suhu tetap dingin. 

Nah, untuk kalian yang ingin mencoba sistem menanam aeroponik atau hidroponik, cukup di dalam ruangan yang kalian bisa sesuaikan mau seberapa besarnya menempatkan alat-alat aeroponik tersebut. Untuk peralatan seperti hydroponic kit seperti pipa paralon, pompa celup, bak air, netpot, lampu LED dan tentunya bibit tanaman sudah banyak yang jual lho.

3. Hidroponik memutar
Untuk pengembangan hidroponik yang satu ini cukup berbeda dengan sebelumnya. Dari bentuknya yang bulat, alat ini bisa memutar dan lampu LED pada bagian porosnya. Lampu LED yang mempunyai spektrum warna putih ini bermanfaat sebagai pemicu pertumbuhan tanaman. Kemudian, pada bagian bawahnya terdapat bak air yang akan dilintasi oleh hidroponik yang memutar. Karena mengandalkan mesin penggerak, jenis hidroponik ini dinilai cukup mahal dibandingkan yang sebelumnya.

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bercocok tanam, bukan? Usaha bisa datang dari hal apa saja asalkan kita mau berusaha dan berdoa. Karena selain hobi yang dapat tersalurkan, menanam hidroponik dan aeroponik juga dapat memenuhi kebutuhan keluarga akan sayur-mayur yang bergizi, dan rumah juga akan tambah asri penuh dengan dedaunan hijau. Selamat bercocok tanam dan selamat mencoba.

Wednesday, 5 December 2018

Basmi Hama Keong Tanpa Pestisida

Para petani pada akhir-akhir ini sudah mengurangi penggunaan pestisida untuk tanaman mereka karena dampak yang ditimbulkan cukup serius, mulai dari pencemaran tanah dan air sampai kepada efek kesehatan baik bagi petani maupun bagi konsumen yang akan menikmati hasil pertanian mereka.
Dalam hal ini kita dapat mengurangi pestisida secara bertahap, salah satunya pada pengendalian hama keong mas. Pengendalian hama keong mas tanpa pestisida ini memang sangat penting dan sangat diperlukan bagi para petani yang ingin mengurangi penggunaan pestisida secara bertahap.Karena selain berbahaya pestisida juga membahaya lingkungan sekitar.

Untuk para petani yang belum tahu bagaimana cara pengendalian keong mas, anda bisa mengikuti ulasan berikut ini untuk mencegah berkembangnya hama keong pada pertanian anda, Simak ya!

1. Kumpulkan keong dan telurnya
Pengumpulan telur dan keong mas ini sangat efektif untuk pengendalian hama keong mas, selain dapat mengurangi populasi juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku terutama bahan untuk pembuatan MOL atau Mikro Organisme Lokal.

2. Buat parit dipinggiran pematang
Pembuatan parit ini dimaksudkan agar hama keong dapat berkumpul dan tidak menggangu tanaman padi. Pembuatan parit ini bisa dilakukan disekeliling petakan dengan kedalaman 15-20cm.

3. Pengelolaan air yang intensif
Pengelolaan air ini sangat penting untuk pengendalian hama keong, dengan dilakukan pengairan secara intermiten atau berselang dapat mengurangi serangan hama keong. Hal ini sudah di uji coba dengan menggunakan pola tanam SRI atau System Rise Of Intesification.

4. Menyimpan Umpan.
Untuk penyimpanan umpan yang efektif adalah dengan cara terlebih dahulu membuat parit kemudian umpan bisa disebar disudut-sudut parit petakan sawah. Umpan yang digunakan biasanya menggunakan daun pepaya. Biasanya dalam satu malam keong mas akan banyak berkumpul kemudian bisa dilakukan pengumpulan.

5. Pemanfaatan Musuh alami
Musuh alami ini sangat dibutuhkan dikarenakan dengan pemanfaatannya dapat mengurangi populasi keong mas cukup drastis. Musuh alami hama keong mas adalah bebek. Dengan melepas bebek di lahan pertanoian kita dapat 2 keuntungan, selain sawah terbebas hama juga sekaligus memberi pakan ternak bebek.

Demikian artikel tentang cara pengendalian Keong Mas tanpa menggunakan Pestisida, semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa memberikan pengetahuan khususnya tentang pengendalian hama keong mas. Selamat mencoba!

Faktor Tanaman Terserang Hama

Bagi para petani Hama seakan-akan telah menjadi momok yang menakutkan bagi mereka.Banyak nya hama yang menyerang tanaman para petani bukan tanpa alasan. Tentu saja Hama datang karena adanya faktor penyebabnya. Lalu apa saja faktor penyebeb tanaman terserang hama?  Yuk simak ulasan berikut ini!

Hama seringkali menyerang tanaman para petani, sehingga membuat kualitas tanamannya menurun sangat jauh dan membuatnya daya jualnya menjadi sangat rendah. Bahkan, tidak sedikit juga hama yang membuat panen menjadi gagal total. Tak ubahnya sebuah kalimat bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. Oleh karena itu, daripada terlalu sibuk fokus mengatasi hama, mungkin ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu faktor terjadinya serangan hama pada tanaman Anda

1. Terjadinya anomali musim
Anomali musim maksudnya ketika musim kemarau panjang, mendadak selama dua hingga tiga hari terjadi hujan. Tentu ini akan menjadi anomali apabila melihat musim kemarau yang seharusnya tidak terjadi hujan. Turunnya hujan pada saat kondisi sedang kering dan panas tentunya membuat udara menjadi lembap. Kondisi yang lembap secara mendadak ini disukai oleh para hama. Dengan begitu, perkembangan hama atau penyakit menjadi semakin banyak dan mudah dalam menyerang tanaman yang sedang ditanam.

2. Media tanam yang kurang tepat
Media tanam yang salah pilih atau kurang tepat nyatanya bisa berakibat fatal. Salah satu akibatnya, yaitu muncul hama yang tidak diundang. Hama yang muncul ini disebabkan tanaman yang tumbuh tidak pada tempat yang seharusnya. Dengan begitu, membuat hama mudah untuk datang dan menyerang tanaman tersebut.

3. Tingkat Keragaman Ekosistem
Tingkat keragaman ekosistem adalah banyaknya spesies-spesies tanaman yang diusahakan pada suatu areal agroekosistem dan pada waktu yang sama.  Bila satu spesies saja yang diusahakan disebut monokultur, sedang bila lebih dari satu spesies disebut polikultur.  Sistem pertanaman beranekaragam (polikultur) berpengaruh terhadap keragaman spesies dan populasi herbivora (hama).  Pengaruh tersebut ada yang menguntungkan yaitu dapat mengurangi populasi serangga hama, namun ada yang merugikan karena dapat meningkatkan populasi hama tertentu.  Umumnya pada pertanaman polikultur, jumlah spesies-spesies herbivora poliphag lebih tinggi dibandingkan dengan spesies monophag.  Hal ini berkaitan dengan kemampuan mencari inang.  Pada agroekosistem beragam spesies monophage mengalami kesulitan untuk menemukan inangnya, sehingga akan berdampak pada menurunnya laju imigrasi dan kolonisasi.  Faktor-faktor lain seperti kesukaan akan tanaman inang tertentu (preferensi), kecepatan memilih tanaman inang, adanya musuh alami juga sangat berpengaruh. Populasi spesies predator dan parasitoid cenderung lebih tinggi pada pola pertanaman polikultur dibandingkan dengan monokultur.  Hal ini berkaitan dengan ketersediaan nektar (madu), mangsa (bagi predator) dan host (bagi parasitoid) serta habitat mikro pada pertanaman polikultur.

4. Pengelolaan Tanaman
Pengelolaan tanaman (crop management) dengan kata lain teknik budidaya adalah aktivitas untuk menumbuhkan tanaman, yaitu mulai dari memilih benih, mengolah tanah, menyiram/mengairi, memupuk, menghendalikan gulma, mengatur jarak tanam, dan memanen.  Setiap tahap kegiatan tersebut memungkinkan berkembangnya hama tanaman tertentu setelah berada di areal pertanaman.

5. Varietas Unggul yang Rentan
Arah pemuliaan tanaman sering tidak memasukkan unsur daya tahan varietas terhadap serangan hama, yang diutamakan adalah sifat-sifat yang berhubungan langsung dengan potensi hasil yang maksimal, seperti umur pendek, tahan rebah, daun-daun tegak, responsif terhadap pupuk.  Masalah hama yang timbul dianggap dapat ditanggulangi dengan paket pestisida. Keterbatasan varietas unggul ini merupakan kelemahan yang selalu menyebabkan timbulnya masalah serangan hama.   

6. Keanekaragaman Genetik
Dalam ekosistem alami (misalnya hutan) interaksi antara tanaman inang dengan hamanya merupakan hal yang mantap.  Maksudnya tanaman yang tahan tetap mempertahankan sifat tahannya tersebut.  Lain halnya dengan varietas tanaman yang dibudidayakan yang  merupa-kan hasil pemuliaan, dimana daya tahan genetik varietas-varietas tersebut sempit atau ditentukan oleh gen tunggal, sehingga daya tahan varietas tersebut terhadap hama tertentu menjadi rentan.  Tekanan seleksinya terhadap populasi hama memaksa hama tersebut untuk beradaptasi dan menyeleksi dirinya dan berkembang menjadi biotipe/ras baru yang sanggup merontokkan daya tahan tanaman inang hasil pemuliaan tadi.  Dengan demikian timbullah masalah serangan hama yang bersangkutan yang kadang-kadang sulit dikendalikan.  

7. Menanam Satu Varietas Terus Menerus Tanpa Pola
Dengan tujuan untuk mencapai hasil yang maksimum ada sejumlah petani yang berusaha menanam  suatu varietas tanaman secara terus menerus sepanjang tahun, tanpa diikuti dengan penerapan pola tanam. Dengan demikian dalam hamparan lahan yang luas terdapat satu varietas tanaman dalam semua tingkatan umur dari semaian sampai tanaman siap panen.  Agroekosistem seperti ini menyediakan makanan dalam jumlah yang cukup dan terus menerus bagi hama-hama tanaman, sehingga hama-hama dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik mencapai jumlah populasi yang merusak atau merugikan secara ekonomis.

8. Musim Tanam yang Salah
Pada tanaman semusim, musim tanam di suatu daerah tidak selalu sama, namun selalu berkaitan dengan ketersediaan air.  Pada daerah irigasi musim tanam tergantung dari tersedianya air pada sumber dan saluran irigasi, sedangkan di daerah yang tidak beririgasi musim tanam tergantung dari kapan hujan mulai turun (musim hujan). Penanaman yang terlalu cepat atau terlambat umumnya akan menimbulkan masalah serangan hama tertentu, namun sebaliknya keterlambatan penanaman dapat menghindari serangan hama tertentu.  Jadi dalam hal fenologi umur tanaman dengan serangan hama perlu dipelajari secara kasus per kasus.

8. Immigrasi Hama
Makhluk-makhluk hidup, termasuk yang tergolong hama, mampu bermigrasi dari suatu tempat ke tempat lain, sering sampai melewati batas-batas negara yang melalui rintangan geografis yang luas.  Migrasi yang terjadi dapat secara aktif dengan tenaga sendiri, ataupun pasif dengan bantuan angin, terbawa barang yang dikirim antar negara, terbawa kendaraan dan lain sebagainya.  
Setelah sampai di tempat yang baru hama-hama tersebut membentuk asosiasi yang baru dengan inangnya.  Bila inangnya tidak memiliki daya tahan alamiah dan tidak terdapat musuh alami yang efektif, maka populasi hama tadi dapat berkembang sehingga menjadi wabah.  Misalnya, hama kutu loncat lamtoro (Heteropsylla cubana) pertama kali ditemukan di daerah Bogor sekitar bulan Maret 1986, hanya dalam beberapa bulan saja dilaporkan sudah tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dan berkembang menjadi wabah yang mematikan sampai ratusan ribu pohon lamtoro. 

9. Penyalah Gunaan Pestisida
Penggunaan pestisida sering menimbulkan masalah baru seperti membunuh organisme bukan sasaran (parasitoid dan predator), resistensi dan resurgensi hama, serta perubahan fisiologi tanaman.  Hal-hal tersebut dapat menyebabkan tingginya populasi hama di lapangan. Para petani tentunya berpikir bahwa salah satu cara untuk mengatasi hama yang menyerang tanaman adalah penggunaan pestisida. Namun, ternyata penggunaan pestisida malah bisa mengundang hama untuk menyerang tanaman. Hal tersebut tidak lepas karena penggunaan pestisida yang salah. Maksudnya, beberapa jenis hama ternyata hanya mempan dibasmi dengan insektisida. Penggunaan pestisida malah biasanya tidak membunuh hama tersebut, bahkan membuatnya menjadi semakin banyak. Hal ini membuat para petani agar lebih teliti lagi dalam penggunaan pestisida.



Bertani Bijak Ramah Lingkungan

Mayoritas masyarakat yang ada di negara beriklim tropis bermata pencaharian sebagai petani. Hal ini karena masyarakatnya berada di lingkungan yang memiliki tanah subur. Tetapi mengapa pertanian di Indonesia tidak bisa maju, apakah sudah menerapkan konsep pertanian ramah lingkungan yang sudah terbukti meningkatkan hasil panen?

Kini banyak dikembangkan teknologi pertanian baru oleh para peneliti, di mana sengaja diterapkan sistem pertanian maju untuk memudahkan beberapa pekerjaan. Mulai dari pemilihan bibit, pemeliharaan, hingga cara panen yang benar. Oleh karena itu, kini akan dikembangkan konsep pertanian baru yang memberikan hasil lebih banyak dan ramah bagi lingkungan.

1. Sistem pertanian organik
Sistem pertanian organik adalah sistem pertanian yang menggunakan konsep kembali ke alam, karena tidak menggunakan bahan kimia yang memberikan dampak kurang bagus untuk lingkungan. Sayangnya, banyak petani yang mulai meninggalkan konsep pertanian ramah lingkungan yang satu ini karena hasilnya kurang maksimal dan tidak tahan hama sehingga petani banyak mengalami gagal panen.

Padahal, pada sistem pertanian ini akan menggunakan produk alam, mulai dari penggunaan pupuk organik dan pupuk hayati. Penanganan hama juga lebih alami dengan menggunakan hewan sebagai predator utama. Hal ini memang terbilang kemunduran dalam teknologi pertanian, namun hasil produk yang dihasilkan tidak akan mengandung efek samping.

Sistem pertanian terpadu
Dengan mengombinasikan pertanian dan teknologi, kini petani bisa mengelola lahan dengan efektif dan efisien karena sudah mengembangkan teknologi EM-4. Cara ini memadukan budidaya tanaman, mengombinasikan dengan perikanan, peternakan, perkebunan, dan proses limbah yang dihasilkan.

Untuk meningkatkan produksi pertanian menggunakan prinsip masukan luar, bisa menggunakan pestisida dengan diimbangi pemakaian pupuk organik. Penggunaan zat kimia lainnya hanya akan digunakan jika memang hama sudah tidak bisa diatasi dengan baik. Sementara, untuk limbah yang dihasilkan, setelah semua proses pertanian terpadu, akan diolah menjadi pupuk organik, ini nantinya akan kembali ke alam.

2. Sistem LEISA
Untuk model sistem pertanian dengan konsep masukan luar rendah atau lebih dikenal dengan Low External Input Inpt Sustainable Agriculture (LEISA) ini akan membuat petani mendapatkan hasil panen lebih banyak. Misalkan dalam pertanian juga mengembangkan peternakan dan perikanan sehingga bisa mengurangi hama yang menyerang menjelang musim panen.

Hasil peternakan dan perikanan juga bisa menambah pendapatan sebelum panen raya datang. Bahkan, perikanan juga bisa memberikan manfaat lain seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mini yang bisa memberikan pengairan ke sawah lebih maksimal.

Hal ini bahkan sudah digunakan beberapa petani saat menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan, apalagi jika sawah berada jauh dari sumber air. Jika menggunakan sumur pompa, tentu akan mengeluarkan tambahan biaya. Selain itu, pemanfaatan sumber daya lokal lainnya bisa meningkatkan hasil pertanian.

Sistem ini memang lebih bagus digunakan untuk lahan besar karena akan lebih memaksimalkan hasil produksi untuk jangka panjang. Beberapa petani diharapkan untuk sabar dan bisa belajar mengembangkan pertanian dengan lebih baik. Untuk jangka pendek, bisa mengambil hasil dari peternakan dan perikanan yang dikembangkan bersamaan.

Selain itu pertanian dengan konsep ramah lingkungan juga memiliki kriteria. Mau tau? Yuk, simak uraian berikut ini

Kriteria pertanian ramah lingkungan :


(1) terpeliharanya keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekologis biota pada permukaan dan lapisan olah tanah,

(2) terpeliharanya kualitas sumber daya pertanian dari segi fisik, hidrologis, kimiawi, dan biologi mikrobial,

(3) bebas cemaran residu kimia, limbah organik, dan anorganik yang berbahaya atau mengganggu proses hidup tanaman,

(4) terlestarikannya keanekaragaman genetik tanaman budi daya,

(5) tidak terjadi akumulasi senyawa beracun dan logam berat yang membahayakan atau melebihi batas ambang aman,

(6) terdapat keseimbangan ekologis antara hama penyakit dengan musuh-musuh alami,

(7) produktivitas lahan stabil dan berkelanjutan, dan

(8) produksi hasil panen bermutu tinggi dan aman sebagai pangan atau pakan.

Atas dasar kriteria tersebut, pertanian ramah lingkungan dapat didefinisikan sebagai: Pertanian yang menerapkan teknologi serasi dengan kelestarian lingkungan, ditujukan untuk optimalisasi pemanfaatan sumber daya pertanian, guna memperoleh hasil panen optimal yang aman dan berkelanjutan.

Mikroba berguna (effective microorganism) sebagai komponen habitat alam mempunyai peran dan fungsi penting dalam mendukung terlaksananya pertanian ramah lingkungan melalui berbagai proses, seperti dekomposisi bahan organik, mineralisasi senyawa organik, fiksasi hara, pelarut hara, nitrifikasi dan denitrifikasi. Dalam aliran pertanian input organik, mikroba diposisikan sebagai produsen hara, tanah dianggap sebagai media biosintesis, dan hasil kerja mikroba dianggap sebagai pensuplai utama kebutuhan hara bagi tanaman. Semakin tinggi populasi mikroba tanah semakin tinggi aktivitas biokimia dalam tanah dan semakin tinggi indeks kualitas tanah. Populasi mikroba tanah yang tidak bersifat patogenik juga dianggap sebagai salah satu indikator teknologi pertanian ramah lingkungan.

Nah, itulah sedikit ulasan tentang konsep pertanian ramah lingkungan. Selamat Mencoba ya gan!

Sunday, 2 December 2018

Budidaya Kacang Tanah

Kacang tanah atau dalam bahasa latinnya disebut sebagai Arachis hypogaea merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kita. Kacang tanah dapat diolah menjadi bermacam-macam produk, misalnya kacang goreng, kacang bawang, ampyang, enting-enting, rempeyek, dan sebagainya.

Syarat Tumbuh
Untuk tumbuh dan berkembang, tanaman kacang tanah memerlukan persyaratan tumbuh tertentu. Persyaratan ini meliputi faktor kondisi tanah dan iklim. Kedua faktor tersebut akan sangat mempengaruhi penentuan saat tanam yang tepat.

1). Keadaan Tanah

Kacang tanah tidak terlalu memilih jenis tanah. Pada tanah berat, kacang tanah masih dapat menghasilkan, jika pengolahan tanahnya dilakukan dengan baik. Tetapi, tanaman kacang tanah dapat tumbuh optimal pada tanah ringan yang cukup mengandung unsur hara. Tanah ringan tersebut umumnya gembur sehingga memungkinkan akar tumbuh dengan baik, dan lebih banyak polong yang terbentuk.
Kacang tanah masih mampu tumbuh dengan cukup baik pada tanah asam (pH 5,0), tetapi peka terhadap tanah basa. Keasaman (pH) tanah yang ideal bagi kacang tanah berkisar antara 6,0 – 7,0. Pada pH tanah antara 7,5 – 8,0, daun akan menguning dan terjadi bercak hitam pada polong. Dengan demikian, kualitas dan kuantitas produksi polong akan menurun.

2). Keadaan Iklim

Kacang tanah pada umumnya tumbuh di iklim kering. Suhu amat berpengaruh terhadap perkecambahan biji dan pertumbuhan awal. Pada suhu kurang dari 18°C, laju perkecambahan rendah. Pertumbuhan kacang tanah meningkat sejalan dengan peningkatan suhu dar 20°C menjadi 30°C.
Jumlah dan distribusi curah hujan sangat berpengaruh terhadap produksi kacang tanah. Hujan yang cukup pada saat tanam sangat dibutuhkan agar tanaman dapat berkecambah dengan baik. Distribusi curah hujan yang merati selama periode tumbuh akan menjamin keberhasilan pertumbuhan vegetatif.
Kelembapan tanah yang cukup pada fase awal pertumbuhan, fase berbunga, dan fase pembentukan polong sangat penting untuk mendapatka produksi yang tinggi.

3). Waktu Tanam

Pada lahan kering, kacang tanah dapat ditanam sepanjang tahun yaitu pada musim kemarau I (Maret/April – Juni/Juli), musim kemarau II (Juni/ Juli – September/Oktober), dan pada musim hujan (November/Desember – Februari/Maret).

Pemilihan Biji Benih
Biji yang akan digunakan sebagai benih dipilih dari varietas unggul dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1) Biji cukup tua, bernas, kulit biji halus mengkilat, dan berasal dari tanaman yang bebas hama dan penyakit.
2) Daya tumbuh baik (90% atau lebih).
3) Laju perkecambahan tinggi.
4) Biji tidak tercampur dengan varietas lain.
5) Berumur genjah (100 – 105 hari).
6) Potensi hasil tinggi (1,8 ton/ha atau lebih).

Pengolahan Tanah
Kacang tanah sebaiknya ditanam dalam larikan. Cara larikan bertujuan untuk mempermudah pemeliharaan tanaman, yang meliputi penyiangan gulma dan penyemprotan.
Pada tanah yang subur, benih ditanam dengan jarak 40 cm x 15 cm ata 30 cm x 20 cm. Pada tanah yang kurang subur, jarak tanam dapat dibuat lebih rapat, yakni 40 cm x 10 cm atau 20 cm x 20 cm. Lubang tanam dibuat dengan cara ditugal sedalam 3 cm. Tiap lubang diisi dengan 1 butir benih kacang, kemudian ditutup dengan tanah halus.

Pengairan
Tanaman kacang tanah tidak tahan terhadap genangan air, namun memerlukan lingkungan yang lembap. Pada fase perkecambahan, pembungaan dan pembentukan polong, tanaman ini sangat memerlukan air. Dua minggu menjelang panen, tanah tidak perlu diairi lagi sehingga kadar air dalam biji cepat menurun.

Pemupukan
Pupuk yang umum digunakan bagi kacang tanah adalah pupuk nitroge (N), fosfat (P), dan kalium (K). Pupuk nitrogen dapat diberikan dalam dosis 20 kg – 25 kg N/ha. Pemberiannya dilakukan 1 hari sebelum tanam atau bersamaan pada saat tanam. Pupuk dipendam kira-kira 5 cm dari tanaman. Pupuk fosfat diberikan dalam dosis 45 kg – 60 kg/ha. Diberikan sebagian sebelum tanam dan sebagian lagi pada saat tanam.
Pupuk kalium diberikan sebanyak 50 kg – 60 kg/ha. Pupuk ini diberikan pada saat tanam, yang berfungsi sebagai pupuk dasar.

Penyiangan dan Penggemburan
Apabila terlihat adanya rumput atau gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman kacang, sebaiknya langsung disiangi. Bersamaan denga penyiangan dapat dilakukan penggemburan tanah di antara barisan tanaman terutama pada saat tanaman berbunga. Pada saat bunga berumur 46 minggu sebaiknya tidak dilakukan penyiangan karena dapat merusak bunga.

4. Panen
Kacang tanah yang sudah siap panen, daunnya mulai menguning dan rontok. Penentuan waktu panen disesuaikan pula dengan jenis atau variet yang ditanam. Polong yang sudah tua memiliki kulit yang keras dengan biji yang bernas dan kulit biji yang tipis.
Panen kacang tanah umumnya dilakukan secara manual yaitu denga mencabut tanaman. Cara panen tersebut meskipun memerlukan banyak tenaga dan waktu, namun mampu menghasilkan mutu biji yang lebih baik karena dapat terhindar dari kerusakan mekanis.

Demikian artikel pembahasan tentang”Teknik Budidaya Kacang Tanah Yang Baik  Agar Hasil Melimpah“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa

Wednesday, 14 November 2018

Budidaya Kacang Merah

Budidaya Kacang Merah. Kacang merah merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak dicari, kacang merah memiliki nama latin Phaseolus Vulharis L. Jenis kacangan-kancangan ini banyak dicari bukan karena warnanya yang unik, namun karena kacang merah memiliki segudang manfaat bagi tubuh kita. Selain itu, cara budidaya kacang merah yang termasuk mudah menjadikan kacang merah termasuk komoditas pertanian yang banyak dibudidaya oleh petani.

Kacang merah biasa digunakan untuk bahan banyak olahan makanan. Salah satunya adalah sebagai bahan utama Es Kacang Merah dan juga salah satu bahan dasar salad. Salah satu alasan banyaknya olahan makanan yang berbahan dasar kacang merah adalah karena kacang merah memiliki nilai gizi yang tinggi. Kacang merah juga diyakini memiliki kandungan bermanfaat lainnya seperti Postasium, serat, antioksidan folat, zat besi dan mineral.

Banyaknya manfaat yang dimiliki oleh kacang merah menjadikan kacang merah sebagai salah satu kacang yang semakin banyak dicari. Untuk itulah, pasar kacang merah tidak akan pernah sepi dan justru akan semakin meningkat terlebih gaya hidup sehat sudah menjadi salah satu pilihan gaya hidup saat ini. Jika anda tertarik untuk membudidaya kacang merah, berikut cara menanam kacang merah yang bisa anda jadikan panduan untuk membudidayakan kacang hijau :

1. Persiapan Benih
Untuk mendapatkan benih kacang merah yang terbaik anda dapat  membelinya di toko pertanian. Anda juga bisa menggunakan biji kacang merah yang sudah tua di pohon. Namun hal penting yang harus anda persiapkan adalah menentukan jenis kacang merah yang akan di budidaya.

2. Lahan Tanam
Kacang merah termasuk salah satu jenis kacang-kacangan yang membutuhkan tempat yang beriklim sejuk. Untuk itulah kenapa kacang merah hanya dibudidaya di dataran tinggi. Selain karena iklim, curah hujan yang tinggi juga sangat mempengaruhi pertumbuhan kacang merah. Kacang merah termasuk jenis kacang yang membutuhkan curah hujan yang tinggi untuk dapat tumbuh. kacang merah hanya bisa tumbuh pada kisaran suhu 20-25 derajat celcius. JIka kacang merah ditanam diluar suhu tersebut, bisa dipastikan pertumbuhan kacang merah akan ternganggu. Masalah suhu inilah yang membedakan kualitas dari kacang merah dibeberapa tempat. Walaupun kacang merah bisa ditanam didataran rendah, namun karena permasalahan suhu , kualitas yang dihasilkan sudah pasti berbeda dengan kacang merah yang ditanam di dataran tinggi. Kacang merah juga membutuhkan curah hujan yang tinggi, kacang merah biasa ditanam di tanah gembur yang memiliki kandungan organik yang tinggi. Itulah kenapa jika anda ingin menanam kacang merah, pupuk dasar adalah salah satu hal terpenting yang harus benar-benar dipersiapkan.

3. Penanaman
Lahan pertama yang cocok untuk menanam kacang merah adalah di area persawahan, dan yang kedua di lahan pertanian biasa. Kacang merah yang ditanam di area persawahan biasanya ditanam setelah panen padi dilakukan. Untuk area persawahan ini, kacang merah biasanya ditanam pada saat musim kemarau. Karena lahan persawahan termasuk lahan yang memiliki kandungan air yang cukup, kacang merah di tananm di musim panas tidak akan menjadi permasalahan. Berbeda dengan menanam kacang merah di lahan pertanian biasa. Untuk menanam kacang merah di area pertanian biasa, tanah biasanya digemburkan dahulu agar akar dari benih kacang merah dapat dengan leluasa bergerak dan air mudah menyerap kedalam tanah. Tidak hanya sebatas tanah yang gembur, penanaman benih kacang merah di lahan pertanian biasanya dibuatkan bedeng sehingga meskipun tanah disiram dengan air, tanah tidak akan menjadi terlalu basah karena air segera turun dari bedeng. Menanam kacang merah di lahan pertanian biasanya dilakukan dengan cara menugal atau membuat lubang-lubang sedalam 4 cm dengan bantuan kayu di atas bedeng. Satu lubang tugal bisa diisikan 2 benih kacang merah. Namun agar benih dapat tumbuh dengan maksimal, ada baiknya lubang tugal dimasukkan pupuk kandang sebelum dimasukkan benih dan dibiarkan selama 2 hari agar tanah kaya akan unsur hara. Jika anda menanam di lahan pertanian biasa, ada baiknya anda menanam pada awal-awal musim kemarau. Karena seperti dijelaskan diawal, kacang merah termasuk jenis kacang-kacangan yang membutuhkan banyak air dan udara yang sejuk agar dapat tumbuh.

4. Perawatan
Untuk perawatan pohon kacang merah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Berikut penjelasan masing-masing jenis perawatan dalam cara menanam kacang merah.

Pemupukan
Pemupukan adalah satu hal penting yang harus dilakukan jika anda sedang membudidaya tanaman. Pemupukan biasanya dilakukan berkali-kali sampai akhirnya masa produktif tanaman habis. Begitu juga dengan kacang merah ini. Setelah dilakukan pemupukan dasar pada awal penanaman, setelah 21 hari pemupukan lanjutan bisa dilakukan untuk merangsang pertumbuhan kacang merah. Ada dua jenis pupuk yang bisa anda gunakan untuk pemupukan lanjutan ini. Dengan pupuk organik atau dengan menggunakan pupuk kimiawi. Jika anda ingin mendapatkan kualitas yang sempurna dari kacang merah ini, walaupun sedikit merepotkan, pupuk organik merupakan jenis pupuk yang cocok untuk dijadikan pupuk lanjutan. Walaupun terbilang simple, pemupukan dengan bahan kimiawi sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Karena akan memiliki dampak negatif baik bagi tanaman yang ditanam ataupun bagi tanah tempat tanaman anda ditanam.

Penyiraman
Seperti dijelaskan diawal untuk cara menanam kacang merah, kacang merah termasuk tanaman yang membutuhkan cukup banyak air. Jadi, anda harus sering menyiramnya. Biasanya, pohon kacang merah disiram sebanyak dua kali dalam satu hari agar kelembapan tanahnya terjaga. Namun jika masuk musim penghujan, anda tidak perlu menyiramnya sering-sering karena penyiraman sudah dibantu oleh air hujan. Yang anda perlu perhatikan adalah jangan sampai terjadi penggenangan air di lubang tugal yang sudah anda masukkan benih. Inilah fungsi dari bedengan dimana air tidak akan menggenang karena akan segera turun dan mengalir lewar saluran irigasi yang ada diantara bedengan.

Penyulaman
Penyulaman perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal. Kegiatan penyulaman biasanya dilakukan setelah tunas baru dari benih yang anda tanam bermunculan sekitar 14 hari setelah tanggal tanam. Yang perlu anda lakukan hanya mengganti atau memasukkan benih baru kedalam lubang tugalan yang benihnya tidak tumbuh atau mati. Dengan penyulaman ini, tanaman kacang merah anda akan menghasilkan panen sesuai yang anda targetkan karena semua tanaman berhasil berbuah.

Penyiangan
Sama seperti tanaman lainnya, penyiangan adalah hal yang sangat penting dilakukan. Penyiangan disini maksudnya adalah mencabut atau membersihkan gulma yang ada disekitar tanaman yang anda tanam. Untuk kacang merah ini, penyiangan harus sering-sering dilakukan untuk menekan pertumbuhan gulma yang merupakan sarang dari berbagai penyakit dan inang hama. Penyiangan pada kacang merah biasanya lebih difokuskan pada saat tanaman mulai mengeluarkan kuncup bunga. Karena jika asupan nutrisi pohon kacang merah terganggu sedangkan pohon sudah memasuki fase berbunga, kemungkinan pertumbuhan buah terganggu akan terjadi.

Hama
Kacang merah ternyata juga tidak lepas dari serangan hama. Hama yang biasanya mengganggu pertumbuhan pohon kacang merah biasanya adalah kumbang daun atau Henosa Pilachna Signatipennis dan ulat pengerek daun atau Etiella Zinckenella. Untuk dapat mencegah ataupun mengatasi tanaman yang sudah terserang hama-hama ini bisa menggunakan insektisida organik atau kimiawi. Insektisida adalah cara ampuh untuk mengatasi permasalahan tanaman karena hama serangga karena memiliki bau dan rasa yang tidak disenangi oleh serangga. Penggunaan insektisida bisa dilakukan 4 hari sekali.


5 . Panen
Ada beberapa ciri tanaman kacang merah yang sudah memasuki masa panen. Beberapa ciri tersebut adalah:

-Kulit polong terlihat atau terasa kasar,
-Polong belum terlalu menonjol, dan
-Polong berwarna kusam.
-Saat memasuki musim panen, kacang merah biasanya berusia 2 bulan setelah tanggal tanam. Dan walaupun sudah panen, anda tetap tidak bisa memanen atau memetik polong kacang merah dengan sembarangan. Pemetikan polong kacang panjang biasanya dilakukan dengan tangan kosong. Pohon kacang merah termasuk pohon yang sangat sensitif, jadi ketika anda memanen dengan menggunakan alat yang tidak steril, kemungkinan pohon akan sakit sangat besar karena bakteri dari alat potong anda bisa dengan mudah masuk.


Namun walaupun seperti itu, sekali memasuki musim panen, anda bisa memanen kacang merah setiap 3 hari sekali sampai dengan usia tanaman 3 bulan. Itulah beberapa cara budidaya kacang merah yang bisa anda jadikan acuan jika anda ingin membudidaya kacang merah. Semoga artikel ini membantu. Selamat Bercocok Tanam!

Monday, 12 November 2018

Budidaya Kacang Hijau

Budidaya Kacang Hijau. Kacang hijau memang tidak pernah lepas dari kehidupan kita sehari- hari, apalagi saat kecil kita sering di ajari bagaimana menanam kacang hijau secara sederhana melalui media gelas aqua dan kapas. Pada umunya menanam kacang hijau bisa di tanam oleh siapa saja dan untuk para pemula yang ingin belajar menanam tanaman kacang hijau. Coba bayangkan, saat hujan turun, menyantap bubur kacang hijau hangat. Rasanya nikmat sekali bukan? Apalagi ditambah di samping kita ada orang yang kita sayangi, rasanya syahdu sekali. Tapi, gimana kalau orang yang kita sayang tiba-tiba bertanya cara menanam kacang hijau? Tidak kepikiran kan? hehe
Jadi, kali ini saya akan membahas bagaimana cara menanam kacang hijau dengan mudah dan benar dan bisa dilakukan siapa saja.

Cara menanam Kacang HIjau Yang Baik Dan Benar

1. Media Tanam
Umumnya media yang digunakan adalah tanah karena tanah adalah tanam yang mempermudah untuk pembudidayaan kacang hijau. Tanah yang di sarankan adalah tanah lembung, yaitu tanah yang memiliki kandungan zat organik banyak. Zat organik di perlukan oleh tanaman untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Namun selain memperhatikan tanah sebagai media tanam, kita juga harus memperhatikan keasaman tanah yang akan digunakan sebagai media tanam. Tanah yang baik untuk media tanam adalah tanah yang mengandung 5,8 hingga 7 pH, tapi tingkat keasaaman yang paling baik adalah 6,7 pH. Selain tingkat keasaaman dan tingkat nutrisi, tanah juga harus memiliki sistem drainase yang baik. Karena dengan sistem drainase yang baik maka tanah akan terairi dengan baik dan pertumbuhan kacang hijau semakin baik, tapi jangan sampai tanaman terlalu tergenang air karena bisa merusak tanaman kacang hijau. Dan musim kemarau merupakan musim yang paling cocok untuk menanam tanaman kacang hijau.
2. Mengelola Benih
Pemilihan benih yang baik merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk menentukan kualitas produksi kacang kedelai itu sendiri. Selain mendapatkan kualitas produksi yang baik, pemilihan benih yang baik akan mempermudah kita merawat tanaman kacang hijau. Keragaman varietas benih kacang hijau cukup banyak, beberapa varietas yang terkenal adalah merak, nuri, wallet, gelatik, dan lainnya. Seperti tanah, biji kacang hijau juga sangat perlu di gunakan secara hati-hati. Jika tanah belum pernah digunakan untuk menanam kacang hijau sebelumnya, maka benih kacang hijau perlu diinokulasi terlebih dahulu, tujuannya adalah agar benih dapat beradaptasi dengan tanah. Inokulasi bisa dilakukan dengan menggunakan bibit bakteri rhizobium.
3. Penanaman
Melubangi tanah dengan jarak yang sesuai. Jika menggunakan kacang hijau bercabang maka jarak tanamnya 40 x 20 cm, sedangkan untuk kacang hijau yang tidak bercabang maka jarak tanamnya sekitar 30 x 10 cm. Setiap lubang diisi 3-4 biji tanaman kacang hijau. Setiap lubang di beri pupuk organik dan urea atau PPC sebagai pupuk tambahan untuk membantu pertumbuhan kacang hijau. Memadatkan lubang dengan tanah, hal ini bertujuan agar tanaman kacang hijau tidak mudah dimasuki hama.
4. Pemupukan
Saat tanaman berusia 2 minggu, tanaman kacang hijau juga memerlukan pupuk sebagi nutrisi untuk pertumbuhannya. Kita bisa memberi pupuk POC NASA setiap minggu dan bisa dilakukan secara rutin. Perlu di ketahui bahwa pemupukan pada saat masa pertumbuhan dan masa berbunga berbeda. Pada masa pertumbuhan maka disarankan untuk menggunakan metode semprot dan pada masa berbunga menggunakan metode siram.
5. Pengairan
Pengairan dilakukan jika tidak terjadi hujan selama seminggu. Hal ini bertujuan agar tanaman kacang hijau tidak mengalami kekeringan dan menghindari kacang hijau tidak berkualitas. Lalu bagaimana jika di antara waktu semingu terjadi hujan? Jika di antara waktu seminggu terjadi hujan maka sebaiknya tidak melakukan pengairan pada kacang hijau untuk menghindari kelebihan air. Pengairan bisa dilakukan saat masa pertumbuhan biji atau saat kacang hijau sudah mulai berkecambah.
6. Penyiangan
Proses penyiangan merupakan salah satu proses penting dalam membudidaya tanaman. Tujuan penyiangan adalah untuk mengusir gulma atau hama-hama yang menyerang tanaman kacang hijau. Proses penyiangan sebaiknya dilakukan saat tanah mengering dan tidak menampakkan bunganya. Dan bisa dilakukan 2 sampai 3 kali sebelum tanaman kacang hijau berbunga.
7. Pemberantasan Hama dan Penyakit
Untuk mencegah hama dan penyakit bisa lakukan beberapa cara yaitu menanam kacang hijau secara seling dengan tanaman lainnya, lakukan secara serempak selama 10 hari, setelah itu tutup lubang dengan jerami atau bisa membuat sanitasi yang baik. Gunakan Azordin  15 WSC dan Agrothion 50 EC untuk membasmi lalat kacang. Dan menggunakan Benlate T 20 WP untuk membasmi bercak daun.

BUDIDAYA DAN MULTIGUNA SAYURAN KECIPIR

BUDIDAYA DAN MULTIGUNA SAYURAN KECIPIR - Di setiap daerah pastinya ada beberapa masyarakat yang membuat kegiatan perkebunan  Budidaya Sayur...