Thursday, 6 December 2018

Kendalikan Penyakit Bulai pada Jagung

Indonesia merupakan negara yang memiliki lahan jagung sangat luas, bahkan salah satu yang terluas di Asia Tenggara. Dengan besarnya lahan dan produksi jagung yang dimiliki Indonesia, petani juga harus siap dengan ancaman yang ada, salah satunya adalah penyakit bulai. Penyakit ini merupakan penyakit umum yang ditemukan pada jagung. Ia disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis. Penyebaran jamur ini sangat cepat dan luas jika dibantu oleh angina, yakni dapat menyebar hingga radius 5-10 km. Sementara jika tidak dibantu angina, penyebarannya tetap dapat mencapai radius 10-15 meter. Oleh karena itu, sifatnya sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar, bahkan hingga 100%.

Oleh karena itu, petani harus tahu bagaimana cara mengendalikan penyakit bulai jagung agar tidak mengalami kerugian besar. Berikut langkah-langkah untuk mengatasi penyakit tersebut, simak ya!

1. Memastikan usia tanaman di waktu yang tepat
Jamur peronosclerospora maydis biasanya mengalami perkembangan pesat pada musim peralihan, yaitu peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, atau sebaliknya.

Jamur ini juga rentan menyerang tanaman jagung di usia 0-5 minggu. Oleh karena itu, petani harus bisa memastikan bahwa tanaman jagungnya telah melewati usia 0-5 minggu pada saat musim peralihan. Hal ini diperlukan untuk mencegah atau memperkecil serangan Peronosclerospora maydis.

2. Melakukan pergiliran tanaman
Untuk mencegah perkembangan Peronosclerospora maydis yang cepat, sebaiknya petani melakukan pergiliran tanaman. Setelah panen jagung, lahan sebaiknya ditanami tanaman yang bukan inang Peronosclerospora maydis (bukan jagung, gandung, padi, atau sorgum lainnya), misal cabai, dan sebagainya.

3. Perlakukan benih dengan fungisida
Karena Peronosclerospora maydis merupakan jenis jamur, maka petani dapat mengatasinya dengan menggunakan fungisida. Namun, fungisida yang digunakan untuk mengatasi penyakit bulai jagung di sini adalah fungisida berbahan aktif belerang atau tembaga. Jenis fungisida ini diperlukan agar konidia yang terbawa oleh benih tidak tumbuh.

4. Melakukan pengamatan rutin
Untuk setiap tanaman, pastinya kita harus selalu melakukan pengamatan. Mengingat penyakit bulai jagung sangat berbahaya bagi tanaman, pengamatan rutin memang sangat diperlukan. Hal ini dilakukan agar petani dapat segera tahu jika terdapat indikasi penyakit bulai pada tanaman jagungnya, sehingga dapat diatasi sedini mungkin. Jika terdapat tanaman yang mulai menunjukkan gejala penyakit bulai, sebaiknya ia dicabut atau dibakar agar penyakitnya tidak menular pada tanaman jagung yang sehat.

Langkah yang perlu anda lakukan adalah :
Siapkan alat dan bahan yaitu hand preyer dan air biasa
Hand speyer yang telah berisi air biasa di semprotkan pada tanaman dan lahannya pada jam 04.00 s/d 05.30 pagi, mulai tanaman berumur 7 s/d 21 hari setelah tanam
Dengan melakukan hal tersebut maka dapat menekan perkembangan spora bulai, sehingga tanaman tidak terseranga oleh penyakit bulai.
Langkah Kedua

Siapkan alat dan bahan yaitu hand preyer dan air biasa dan fungisida
Hand speyer yang telah berisi air biasa dan fungisida di semprotkan pada tanaman dan lahannya pada jam 04.00 s/d 05.30 pagi, mulai tanaman berumur 7 s/d 21 hari setelah tanam
Dengan melakukan hal tersebut maka dapat menekan perkembangan spora bulai, sehingga tanaman tidak terseranga oleh penyakit bulai.

Budidaya Daun Kenikir dan Manfaatnya

Sayuran indigenous merupakan sayuran asli daerah yang telah banyak diusahakan dan dikonsumsi sejak zaman dahulu atau sayuran introduksi yang telah berkembang lama dan dikenal masyarakat di suatu daerah tertentu. Sayuran indigenous biasanya tumbuh di pekarangan rumah maupun kebun secara alami dan dimanfaatkan untuk kepentingan keluarga, baik sebagai sayuran yang dimasak maupun lalapan. Pada kenyataannya di daerah Jawa Barat sayuran indigenous sudah memasuki pasar di rumah makan digunakan sebagai lalap. Banyak sayuran indigenous yang berfungsi sebagai obat dari suatu penyakit pada manusia.

Sayuran indigenous memiliki beberapa karakteristik, antara lain dapat beradaptasi baik dalam kondisi lingkungan yang relatif beragam, merupakan alternatif sumber protein, vitamin dan mineral. Secara tradisional tanaman tersebut merupakan salah satu komponen pola tanam. Sayuran yang ditanam biasanya katuk, kenikir, kemangi, labu, koro, labu siam dan bayam. 

Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang diperlukan dalam memelihara kesehatan yang prima, karena itu untuk nutrisi yang seimbang, sayuran dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari di samping karbohidrat, lemak dan protein. Dengan semakin sadarnya masyarakat akan makanan yang sehat, maka sayuran tidak saja dikonsumsi karena nilai nutrisi, akan tetapi juga dari segi farmakologi, terutama yang mengandung serat, anti oksidan, anti kanker dan untuk menjaga kebugaran tubuh.

Salah satu tanaman indigenous yang mempunyai manfaat baik sebagai sayuran maupun sebagai bahan tanaman obat adalah kenikir (Cosmos caudatus Kunth.)

Kenikir adalah tumbuhan tahunan yang berbatang pipa dengan garis-garis yang membujur. Tingginya dapat mencapai 1 m dan daunnya bertangkai panjang serta duduk daunnya berhadapan, sehingga terbagi menyirip menjadi 2-3 tangkai. Baunya seperti damar apabila diremas. Bunganya tersusun pada bongkol yang banyak terdapat di ujung batang dan pada ketiak daun-daun teratas, berwarma oranye berbintik-bintik kuning di tengahnya dan bijinya berbentuk paruh. 

Kandungan dalam  daun kenikir adalah sebagai berikut: saponin, plavanoid, minyak atsiri, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, vitamin A, dengan banyaknya kandungan yang ada, maka kenikir, dapat digunakan sebagai tanaman berkhasiat obat . Beberapa manfaat kenikir, yaitu :

1. Obat Maag dan lemah lambung
Daun kenikir memiliki kandungan tokoferol, polifenol, dan hidroksieugenol yang bermanfaat untuk menetralkan asam lambung. Zat ini juga dapat menguatkan otot sphingter lambung, yang bekerja untuk menerima berbagai asupan makanan tanpa membahayakan lambung seseorang. Untuk mengkonsumsi daun kenikir, dapat merebusnya dengan menambahkan garam kemudian memakannya dalam bentuk lalapan.

2. Obat Lemah Jantung
Daun kenikir mengandung manfaat antioksidan dan flavonoid yang berperan untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Jika di area jantung, senyawa flavonoid ini akan bermanfaat untuk memperlancar aliran darah dengan cara memperkuat otot jantung dan pembuluh darah untuk mengalirkan darah. Anda dapat merebus 5 lembar daun kenikir dengan 250ml air, kemudian meminum air rebusannya 2 kali sehari.   

3. Obat Kanker
Daun kenikir dengan kandungan senyawa saponin, terpenoid, flavonoid dan antioksidan yang mampu melawan kanker, seperti kanker payudara, kanker lambung dan kanker hati. Untuk menanggulangi penyakit kanker dapat mengkonsumsi rebusan daun kenikir sesering mungkin, namun tetap mengkonsumsi manfaat air putih yang berfungsi untuk pelarut zat agar mudah terbawa oleh darah.

4. Obat Gondongan
Saat digunakan sebagai obat gondongan, cara membuat obat daun kenikir ini terlebih dahulu yaitu :
Menumbuk daun kenikir hingga halus
Setelah halus kemudian dicampur dengan cuka, dengan perbandingan 1:1
Dioleskan pada bagian yang sakit 3 kali dalam sehari.
Daun kenikir dengan senyawa polifenol dan tokoferol bermanfaat meredakan peradangan akibat gondongan.

5. Obat Payudara Bengkak
Daun kenikir dapat mengobati payudara yang bengkak akibat terus-menerus mengeluarkan ASI. Cara pembuatan obatnya yaitu :

Ambil beberapa helai daun
Siapkan kompor dengan api kecil, kemudian dibakar hingga layu
Usapkan ke sekitar payudara selagi hangat
Pengobatan dilakukan 3 kali sehari
Senyawa terpenoid dan anti inflamasi yang dimilikinya akan meredakan pembengkakan yang terjadi.

6. Obat Cuci Darah
Daun kenikir memiliki kandungan manfaat vitamin E, antioksidan, dan flavonoid yang dapat menetralkan racun yang terbawa darah. Jika dikonsumsi teratur akan membersihkan darah dari racun yang tidak sengaja masuk dalam tubuh.


7. Meningkatkan Sistem Imun Tubuh
Daun kenikir mengandung manfaat vitamin A dan E yang bermanfaat untuk memperbaiki sistem imun tubuh. Kandungan senyawa protein dalam kenikir juga membantu pembentukan fagosit untuk imun tubuh. Selain itu, manfaat vitamin C juga mampu meningkatkan metabolisme tubuh, seperti yang terdapat dalam manfaat buah-buahan.

8. Menguatkan Tulang
Daun kenikir dapat bermanfaat untuk menguatkan tulang, hal ini karena kenikir memiliki kandungan mineral, kalsium dan magnesium yang tinggi untuk membantu pertumbuhan tulang. Daun kenikir dapat dikonsumsi secara langsung dalam bentuk lalapan atau dapat meminum air rebusan kenikir, yang dicampur dengan manfaat madu.

9. Penambah Nafsu Makan
Daun kenikir dapat berfungsi sebagai obat penambah nafsu makan, karena kenikir memiliki kandungan senyawa kuersetin yang dapat meningkatkan nafsu makan, terutama pada anak-anak. Daun kenikir dapat diolah sebagai makanan lalapan yang dikonsumsi 3 kali dalam seminggu. Kenikir juga baik digunakan untuk menambah nafsu makan seseorang setelah operasi tertentu, untuk mengembalikan stamina tubuhnya.

10. Mengatasi Bau Mulut
Daun kenikir memiliki kandungan koniferil alkohol yang berfungsi membunuh bakteri dan kuman yang ikut terbawa dalam makanan. Senyawa tersebut akan membersihkan area lidah dan air ludah dari bakteri penyebab bau mulut. Untuk mendapatkan hasil maksimal untuk membunuh kuman, dapat dikonsumsi dalam bentuk mentah setelah dicuci bersih, kemudian dikunyah selama 20-30 detik, lalu berkumur. Jika tidak, dapat mengkonsumsinya setelah direbus dengan air garam, setidaknya 2 kali sehari.

Selain manfaat diatas anda dapat membudidayakan tanaman tersebut dirumah, yuk ikuti cara nya:

Cara Menanam Kenikir di Pot Atau Polybag

1. Persiapan Pot/Polybag Tanam
Siapkan pot atau polybag untuk menanam kenikir, pot yang akan digunakan yaitu pot/polybag yang memiliki ukuran diameter sekitar 25 cm dan tinggi 30 cm. Anda juga dapat menggunakan kaleng atau ember bekas.

2. Persiapan Media Tanam
Media tanam yang perlu disiapkan yaitu tanah dan bokhasi atau kompos. Bokhasi atau kompos tersebut digunakan karena mengandung unsur/zat yang lengkap untuk pertumbuhan tanaman.

3. Persiapan Bibit Kenikir
Bibit Kenikir dapat diperoleh dari tanaman kenikir yang sudah tua. Ambil bunganya lalu gosok dengan tangan agar biji benih terpisah dari kulitnya lalu tempatkan pada wadah. Selanjutnya, sebelum ditanam biji benih dijemur selama 2 hari.

Media tanam yang yang telah disiapkan selanjutnya dicampurkan dengan perbandingan 1 tanah : 1 bokashi, namun bisa juga hanya menggunakan bokhasi lalu ditambah dengan furadan sebanyak 2-3 sdm disesuaikan denga ukuran pot. Campurkan semua bahan media tanam secara merata, setelah itu masukkan ke dalam pot tanam lalu siram dengan air hinga basah merata. Agar cepat tumbuh, bibit kenikir yang akan ditanam di rendam terlebih dahulu selama 2-3 jam. Barulah setelah itu bibit ditebar di media tanam pot tanpa perlu ditutup tanah.

4. Perawanan Tanaman Kenikir
Penyiraman
Lakukan penyiraman 3 hari setelah penanaman dengan aliran air yang tidak terlalu deras agar biji tidak terbawa air. Setelah itu, penyiraman dapat dilakukan 3-4 hari sekali.

5. Penjarangan dan Penyulaman
Apabila tanaman kenikir tumbuh terlalu rapat, maka dapat dipindahkan ke pot atau polybag lain agar pertumbuhannya merata. Pemindahan ini dilakukan seminggu setelah benih ditebar atau setelah tanaman kenikir mencapai ketinggian 3 cm.

6. Pemupukan
Pemupukan ini dilakukan setiap 10 hari sekali, pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk organik cair atau pupuk kompos.

7. Penyiangan dan Pembubunan
Lakukan penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di pot atau polybag tanam agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman kenikir dan lakukan pembubunan atau menimbun kembali akar yang terlihat dengan tanah. Kedua hal ini dilakukan 2 minggu sekali.

8. Pemanenan Daun Kenikir
Daun kenikir dapat dipanen jika daun sudah rimbun atau telah berumur sekitar 35 hari. Pemanenan daun kenikir ini dapat dilakukan berkali-kali tergantung perawatan yang diberikan.

Nah, itulah ulasan tentang manfaat daun kenikir dan cara membudidayakan. Selamat mencoba!

Bertani kreatif ala Modern

Jika mendengar kata zaman milenial, rasanya kita benar-benar berada di zaman yang sangat modern. Zaman dimana keterbatasan semakin pudar dan apapun bisa kita lakukan. Nah, termasuk yang gemar bercocok tanam dan bertani.

Bertani? Wah, pasti yang ada dipikiran kita langsung menjurus ke suatu lahan kebun yang luas, dan persawahan. Namun jangan salah, bukan hanya teknologi komunikasi yang kian maju, namun juga teknologi pertanian juga berkembang pesat demi memenuhi kebutuhan pangan serta mengefektifkan lahan yang semakin terbatas.

1. Hidroponik
Hidroponik, menanam media air. Mungkin bagi sebagian orang istilah ini sudah tak asing didengar. Tidak perlu lahan besar, tanpa kotor-kotoran dengan tanah, dan tanpa pestisida kimia buatan sehingga lebih sehat disantap keluarga. Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Hidroponik merupakan bagian dari budidaya tanpa tanah. Banyak budidaya tanpa tanah namun dengan larutan untuk hidroponik. Tanaman yang tidak ditumbuhkan dengan cara pada umumnya, akan dapat untuk tumbuh menggunakan sistem lingkungan yang dapat dikendalikan seperti hidroponik. Hidroponik akan berkontribusi membuat kemajuan dalam perjalanan bisnis. 

2. Aeroponik
Aeroponik adalah cara bercocok tanam di udara. Di dalam aerponik, tanaman tidak diberi media untuk tumbuhnya akar, melainkan dibiarkan terbuka, menggantung pada suatu tempat yang dijaga kelembabannya. Akar dan tubuh tanaman dengan aeroponik tersebut disemprot dengan larutan pupuk yang mengandung nutrisi tanaman. Tanaman mengisap nutrisi melalui tubuh dan akar. Pada metode tanam aeroponik, tumbuhan lebih banyak bernapas melalui akar. Jika akar tidak masuk ke dalam media dan dibiarkan terbuka, maka pengambilan oksigen menjadi lebih lancar. Akibatnya metabolisme tumbuhan lebih cepat dan hal ini akan mempercepat pertumbuhannya. Melalui aeroponik ini air dan pupuk dapat dihemat. Tidak seperti hidroponik, yang menggunakan larutan nutrien cecair sebagai medium pertumbuhan dan mineral penting untuk mengekalkan pertumbuhan tumbuhan. Salah satu contoh pengembangan hidroponik, yaitu adanya sistem aeroponik.Berbeda dengan hidroponik yang mengandalkan air, aeroponik jauh lebih menghemat air karena menggunakan sistem semprot, aeroponik juga dibantu dengan teknologi embun buatan untuk menjaga suhu tetap dingin. 

Nah, untuk kalian yang ingin mencoba sistem menanam aeroponik atau hidroponik, cukup di dalam ruangan yang kalian bisa sesuaikan mau seberapa besarnya menempatkan alat-alat aeroponik tersebut. Untuk peralatan seperti hydroponic kit seperti pipa paralon, pompa celup, bak air, netpot, lampu LED dan tentunya bibit tanaman sudah banyak yang jual lho.

3. Hidroponik memutar
Untuk pengembangan hidroponik yang satu ini cukup berbeda dengan sebelumnya. Dari bentuknya yang bulat, alat ini bisa memutar dan lampu LED pada bagian porosnya. Lampu LED yang mempunyai spektrum warna putih ini bermanfaat sebagai pemicu pertumbuhan tanaman. Kemudian, pada bagian bawahnya terdapat bak air yang akan dilintasi oleh hidroponik yang memutar. Karena mengandalkan mesin penggerak, jenis hidroponik ini dinilai cukup mahal dibandingkan yang sebelumnya.

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bercocok tanam, bukan? Usaha bisa datang dari hal apa saja asalkan kita mau berusaha dan berdoa. Karena selain hobi yang dapat tersalurkan, menanam hidroponik dan aeroponik juga dapat memenuhi kebutuhan keluarga akan sayur-mayur yang bergizi, dan rumah juga akan tambah asri penuh dengan dedaunan hijau. Selamat bercocok tanam dan selamat mencoba.

Wednesday, 5 December 2018

Basmi Hama Keong Tanpa Pestisida

Para petani pada akhir-akhir ini sudah mengurangi penggunaan pestisida untuk tanaman mereka karena dampak yang ditimbulkan cukup serius, mulai dari pencemaran tanah dan air sampai kepada efek kesehatan baik bagi petani maupun bagi konsumen yang akan menikmati hasil pertanian mereka.
Dalam hal ini kita dapat mengurangi pestisida secara bertahap, salah satunya pada pengendalian hama keong mas. Pengendalian hama keong mas tanpa pestisida ini memang sangat penting dan sangat diperlukan bagi para petani yang ingin mengurangi penggunaan pestisida secara bertahap.Karena selain berbahaya pestisida juga membahaya lingkungan sekitar.

Untuk para petani yang belum tahu bagaimana cara pengendalian keong mas, anda bisa mengikuti ulasan berikut ini untuk mencegah berkembangnya hama keong pada pertanian anda, Simak ya!

1. Kumpulkan keong dan telurnya
Pengumpulan telur dan keong mas ini sangat efektif untuk pengendalian hama keong mas, selain dapat mengurangi populasi juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku terutama bahan untuk pembuatan MOL atau Mikro Organisme Lokal.

2. Buat parit dipinggiran pematang
Pembuatan parit ini dimaksudkan agar hama keong dapat berkumpul dan tidak menggangu tanaman padi. Pembuatan parit ini bisa dilakukan disekeliling petakan dengan kedalaman 15-20cm.

3. Pengelolaan air yang intensif
Pengelolaan air ini sangat penting untuk pengendalian hama keong, dengan dilakukan pengairan secara intermiten atau berselang dapat mengurangi serangan hama keong. Hal ini sudah di uji coba dengan menggunakan pola tanam SRI atau System Rise Of Intesification.

4. Menyimpan Umpan.
Untuk penyimpanan umpan yang efektif adalah dengan cara terlebih dahulu membuat parit kemudian umpan bisa disebar disudut-sudut parit petakan sawah. Umpan yang digunakan biasanya menggunakan daun pepaya. Biasanya dalam satu malam keong mas akan banyak berkumpul kemudian bisa dilakukan pengumpulan.

5. Pemanfaatan Musuh alami
Musuh alami ini sangat dibutuhkan dikarenakan dengan pemanfaatannya dapat mengurangi populasi keong mas cukup drastis. Musuh alami hama keong mas adalah bebek. Dengan melepas bebek di lahan pertanoian kita dapat 2 keuntungan, selain sawah terbebas hama juga sekaligus memberi pakan ternak bebek.

Demikian artikel tentang cara pengendalian Keong Mas tanpa menggunakan Pestisida, semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa memberikan pengetahuan khususnya tentang pengendalian hama keong mas. Selamat mencoba!

Faktor Tanaman Terserang Hama

Bagi para petani Hama seakan-akan telah menjadi momok yang menakutkan bagi mereka.Banyak nya hama yang menyerang tanaman para petani bukan tanpa alasan. Tentu saja Hama datang karena adanya faktor penyebabnya. Lalu apa saja faktor penyebeb tanaman terserang hama?  Yuk simak ulasan berikut ini!

Hama seringkali menyerang tanaman para petani, sehingga membuat kualitas tanamannya menurun sangat jauh dan membuatnya daya jualnya menjadi sangat rendah. Bahkan, tidak sedikit juga hama yang membuat panen menjadi gagal total. Tak ubahnya sebuah kalimat bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. Oleh karena itu, daripada terlalu sibuk fokus mengatasi hama, mungkin ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu faktor terjadinya serangan hama pada tanaman Anda

1. Terjadinya anomali musim
Anomali musim maksudnya ketika musim kemarau panjang, mendadak selama dua hingga tiga hari terjadi hujan. Tentu ini akan menjadi anomali apabila melihat musim kemarau yang seharusnya tidak terjadi hujan. Turunnya hujan pada saat kondisi sedang kering dan panas tentunya membuat udara menjadi lembap. Kondisi yang lembap secara mendadak ini disukai oleh para hama. Dengan begitu, perkembangan hama atau penyakit menjadi semakin banyak dan mudah dalam menyerang tanaman yang sedang ditanam.

2. Media tanam yang kurang tepat
Media tanam yang salah pilih atau kurang tepat nyatanya bisa berakibat fatal. Salah satu akibatnya, yaitu muncul hama yang tidak diundang. Hama yang muncul ini disebabkan tanaman yang tumbuh tidak pada tempat yang seharusnya. Dengan begitu, membuat hama mudah untuk datang dan menyerang tanaman tersebut.

3. Tingkat Keragaman Ekosistem
Tingkat keragaman ekosistem adalah banyaknya spesies-spesies tanaman yang diusahakan pada suatu areal agroekosistem dan pada waktu yang sama.  Bila satu spesies saja yang diusahakan disebut monokultur, sedang bila lebih dari satu spesies disebut polikultur.  Sistem pertanaman beranekaragam (polikultur) berpengaruh terhadap keragaman spesies dan populasi herbivora (hama).  Pengaruh tersebut ada yang menguntungkan yaitu dapat mengurangi populasi serangga hama, namun ada yang merugikan karena dapat meningkatkan populasi hama tertentu.  Umumnya pada pertanaman polikultur, jumlah spesies-spesies herbivora poliphag lebih tinggi dibandingkan dengan spesies monophag.  Hal ini berkaitan dengan kemampuan mencari inang.  Pada agroekosistem beragam spesies monophage mengalami kesulitan untuk menemukan inangnya, sehingga akan berdampak pada menurunnya laju imigrasi dan kolonisasi.  Faktor-faktor lain seperti kesukaan akan tanaman inang tertentu (preferensi), kecepatan memilih tanaman inang, adanya musuh alami juga sangat berpengaruh. Populasi spesies predator dan parasitoid cenderung lebih tinggi pada pola pertanaman polikultur dibandingkan dengan monokultur.  Hal ini berkaitan dengan ketersediaan nektar (madu), mangsa (bagi predator) dan host (bagi parasitoid) serta habitat mikro pada pertanaman polikultur.

4. Pengelolaan Tanaman
Pengelolaan tanaman (crop management) dengan kata lain teknik budidaya adalah aktivitas untuk menumbuhkan tanaman, yaitu mulai dari memilih benih, mengolah tanah, menyiram/mengairi, memupuk, menghendalikan gulma, mengatur jarak tanam, dan memanen.  Setiap tahap kegiatan tersebut memungkinkan berkembangnya hama tanaman tertentu setelah berada di areal pertanaman.

5. Varietas Unggul yang Rentan
Arah pemuliaan tanaman sering tidak memasukkan unsur daya tahan varietas terhadap serangan hama, yang diutamakan adalah sifat-sifat yang berhubungan langsung dengan potensi hasil yang maksimal, seperti umur pendek, tahan rebah, daun-daun tegak, responsif terhadap pupuk.  Masalah hama yang timbul dianggap dapat ditanggulangi dengan paket pestisida. Keterbatasan varietas unggul ini merupakan kelemahan yang selalu menyebabkan timbulnya masalah serangan hama.   

6. Keanekaragaman Genetik
Dalam ekosistem alami (misalnya hutan) interaksi antara tanaman inang dengan hamanya merupakan hal yang mantap.  Maksudnya tanaman yang tahan tetap mempertahankan sifat tahannya tersebut.  Lain halnya dengan varietas tanaman yang dibudidayakan yang  merupa-kan hasil pemuliaan, dimana daya tahan genetik varietas-varietas tersebut sempit atau ditentukan oleh gen tunggal, sehingga daya tahan varietas tersebut terhadap hama tertentu menjadi rentan.  Tekanan seleksinya terhadap populasi hama memaksa hama tersebut untuk beradaptasi dan menyeleksi dirinya dan berkembang menjadi biotipe/ras baru yang sanggup merontokkan daya tahan tanaman inang hasil pemuliaan tadi.  Dengan demikian timbullah masalah serangan hama yang bersangkutan yang kadang-kadang sulit dikendalikan.  

7. Menanam Satu Varietas Terus Menerus Tanpa Pola
Dengan tujuan untuk mencapai hasil yang maksimum ada sejumlah petani yang berusaha menanam  suatu varietas tanaman secara terus menerus sepanjang tahun, tanpa diikuti dengan penerapan pola tanam. Dengan demikian dalam hamparan lahan yang luas terdapat satu varietas tanaman dalam semua tingkatan umur dari semaian sampai tanaman siap panen.  Agroekosistem seperti ini menyediakan makanan dalam jumlah yang cukup dan terus menerus bagi hama-hama tanaman, sehingga hama-hama dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik mencapai jumlah populasi yang merusak atau merugikan secara ekonomis.

8. Musim Tanam yang Salah
Pada tanaman semusim, musim tanam di suatu daerah tidak selalu sama, namun selalu berkaitan dengan ketersediaan air.  Pada daerah irigasi musim tanam tergantung dari tersedianya air pada sumber dan saluran irigasi, sedangkan di daerah yang tidak beririgasi musim tanam tergantung dari kapan hujan mulai turun (musim hujan). Penanaman yang terlalu cepat atau terlambat umumnya akan menimbulkan masalah serangan hama tertentu, namun sebaliknya keterlambatan penanaman dapat menghindari serangan hama tertentu.  Jadi dalam hal fenologi umur tanaman dengan serangan hama perlu dipelajari secara kasus per kasus.

8. Immigrasi Hama
Makhluk-makhluk hidup, termasuk yang tergolong hama, mampu bermigrasi dari suatu tempat ke tempat lain, sering sampai melewati batas-batas negara yang melalui rintangan geografis yang luas.  Migrasi yang terjadi dapat secara aktif dengan tenaga sendiri, ataupun pasif dengan bantuan angin, terbawa barang yang dikirim antar negara, terbawa kendaraan dan lain sebagainya.  
Setelah sampai di tempat yang baru hama-hama tersebut membentuk asosiasi yang baru dengan inangnya.  Bila inangnya tidak memiliki daya tahan alamiah dan tidak terdapat musuh alami yang efektif, maka populasi hama tadi dapat berkembang sehingga menjadi wabah.  Misalnya, hama kutu loncat lamtoro (Heteropsylla cubana) pertama kali ditemukan di daerah Bogor sekitar bulan Maret 1986, hanya dalam beberapa bulan saja dilaporkan sudah tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dan berkembang menjadi wabah yang mematikan sampai ratusan ribu pohon lamtoro. 

9. Penyalah Gunaan Pestisida
Penggunaan pestisida sering menimbulkan masalah baru seperti membunuh organisme bukan sasaran (parasitoid dan predator), resistensi dan resurgensi hama, serta perubahan fisiologi tanaman.  Hal-hal tersebut dapat menyebabkan tingginya populasi hama di lapangan. Para petani tentunya berpikir bahwa salah satu cara untuk mengatasi hama yang menyerang tanaman adalah penggunaan pestisida. Namun, ternyata penggunaan pestisida malah bisa mengundang hama untuk menyerang tanaman. Hal tersebut tidak lepas karena penggunaan pestisida yang salah. Maksudnya, beberapa jenis hama ternyata hanya mempan dibasmi dengan insektisida. Penggunaan pestisida malah biasanya tidak membunuh hama tersebut, bahkan membuatnya menjadi semakin banyak. Hal ini membuat para petani agar lebih teliti lagi dalam penggunaan pestisida.



Bertani Bijak Ramah Lingkungan

Mayoritas masyarakat yang ada di negara beriklim tropis bermata pencaharian sebagai petani. Hal ini karena masyarakatnya berada di lingkungan yang memiliki tanah subur. Tetapi mengapa pertanian di Indonesia tidak bisa maju, apakah sudah menerapkan konsep pertanian ramah lingkungan yang sudah terbukti meningkatkan hasil panen?

Kini banyak dikembangkan teknologi pertanian baru oleh para peneliti, di mana sengaja diterapkan sistem pertanian maju untuk memudahkan beberapa pekerjaan. Mulai dari pemilihan bibit, pemeliharaan, hingga cara panen yang benar. Oleh karena itu, kini akan dikembangkan konsep pertanian baru yang memberikan hasil lebih banyak dan ramah bagi lingkungan.

1. Sistem pertanian organik
Sistem pertanian organik adalah sistem pertanian yang menggunakan konsep kembali ke alam, karena tidak menggunakan bahan kimia yang memberikan dampak kurang bagus untuk lingkungan. Sayangnya, banyak petani yang mulai meninggalkan konsep pertanian ramah lingkungan yang satu ini karena hasilnya kurang maksimal dan tidak tahan hama sehingga petani banyak mengalami gagal panen.

Padahal, pada sistem pertanian ini akan menggunakan produk alam, mulai dari penggunaan pupuk organik dan pupuk hayati. Penanganan hama juga lebih alami dengan menggunakan hewan sebagai predator utama. Hal ini memang terbilang kemunduran dalam teknologi pertanian, namun hasil produk yang dihasilkan tidak akan mengandung efek samping.

Sistem pertanian terpadu
Dengan mengombinasikan pertanian dan teknologi, kini petani bisa mengelola lahan dengan efektif dan efisien karena sudah mengembangkan teknologi EM-4. Cara ini memadukan budidaya tanaman, mengombinasikan dengan perikanan, peternakan, perkebunan, dan proses limbah yang dihasilkan.

Untuk meningkatkan produksi pertanian menggunakan prinsip masukan luar, bisa menggunakan pestisida dengan diimbangi pemakaian pupuk organik. Penggunaan zat kimia lainnya hanya akan digunakan jika memang hama sudah tidak bisa diatasi dengan baik. Sementara, untuk limbah yang dihasilkan, setelah semua proses pertanian terpadu, akan diolah menjadi pupuk organik, ini nantinya akan kembali ke alam.

2. Sistem LEISA
Untuk model sistem pertanian dengan konsep masukan luar rendah atau lebih dikenal dengan Low External Input Inpt Sustainable Agriculture (LEISA) ini akan membuat petani mendapatkan hasil panen lebih banyak. Misalkan dalam pertanian juga mengembangkan peternakan dan perikanan sehingga bisa mengurangi hama yang menyerang menjelang musim panen.

Hasil peternakan dan perikanan juga bisa menambah pendapatan sebelum panen raya datang. Bahkan, perikanan juga bisa memberikan manfaat lain seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mini yang bisa memberikan pengairan ke sawah lebih maksimal.

Hal ini bahkan sudah digunakan beberapa petani saat menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan, apalagi jika sawah berada jauh dari sumber air. Jika menggunakan sumur pompa, tentu akan mengeluarkan tambahan biaya. Selain itu, pemanfaatan sumber daya lokal lainnya bisa meningkatkan hasil pertanian.

Sistem ini memang lebih bagus digunakan untuk lahan besar karena akan lebih memaksimalkan hasil produksi untuk jangka panjang. Beberapa petani diharapkan untuk sabar dan bisa belajar mengembangkan pertanian dengan lebih baik. Untuk jangka pendek, bisa mengambil hasil dari peternakan dan perikanan yang dikembangkan bersamaan.

Selain itu pertanian dengan konsep ramah lingkungan juga memiliki kriteria. Mau tau? Yuk, simak uraian berikut ini

Kriteria pertanian ramah lingkungan :


(1) terpeliharanya keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekologis biota pada permukaan dan lapisan olah tanah,

(2) terpeliharanya kualitas sumber daya pertanian dari segi fisik, hidrologis, kimiawi, dan biologi mikrobial,

(3) bebas cemaran residu kimia, limbah organik, dan anorganik yang berbahaya atau mengganggu proses hidup tanaman,

(4) terlestarikannya keanekaragaman genetik tanaman budi daya,

(5) tidak terjadi akumulasi senyawa beracun dan logam berat yang membahayakan atau melebihi batas ambang aman,

(6) terdapat keseimbangan ekologis antara hama penyakit dengan musuh-musuh alami,

(7) produktivitas lahan stabil dan berkelanjutan, dan

(8) produksi hasil panen bermutu tinggi dan aman sebagai pangan atau pakan.

Atas dasar kriteria tersebut, pertanian ramah lingkungan dapat didefinisikan sebagai: Pertanian yang menerapkan teknologi serasi dengan kelestarian lingkungan, ditujukan untuk optimalisasi pemanfaatan sumber daya pertanian, guna memperoleh hasil panen optimal yang aman dan berkelanjutan.

Mikroba berguna (effective microorganism) sebagai komponen habitat alam mempunyai peran dan fungsi penting dalam mendukung terlaksananya pertanian ramah lingkungan melalui berbagai proses, seperti dekomposisi bahan organik, mineralisasi senyawa organik, fiksasi hara, pelarut hara, nitrifikasi dan denitrifikasi. Dalam aliran pertanian input organik, mikroba diposisikan sebagai produsen hara, tanah dianggap sebagai media biosintesis, dan hasil kerja mikroba dianggap sebagai pensuplai utama kebutuhan hara bagi tanaman. Semakin tinggi populasi mikroba tanah semakin tinggi aktivitas biokimia dalam tanah dan semakin tinggi indeks kualitas tanah. Populasi mikroba tanah yang tidak bersifat patogenik juga dianggap sebagai salah satu indikator teknologi pertanian ramah lingkungan.

Nah, itulah sedikit ulasan tentang konsep pertanian ramah lingkungan. Selamat Mencoba ya gan!

Sunday, 2 December 2018

Budidaya Kacang Tanah

Kacang tanah atau dalam bahasa latinnya disebut sebagai Arachis hypogaea merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kita. Kacang tanah dapat diolah menjadi bermacam-macam produk, misalnya kacang goreng, kacang bawang, ampyang, enting-enting, rempeyek, dan sebagainya.

Syarat Tumbuh
Untuk tumbuh dan berkembang, tanaman kacang tanah memerlukan persyaratan tumbuh tertentu. Persyaratan ini meliputi faktor kondisi tanah dan iklim. Kedua faktor tersebut akan sangat mempengaruhi penentuan saat tanam yang tepat.

1). Keadaan Tanah

Kacang tanah tidak terlalu memilih jenis tanah. Pada tanah berat, kacang tanah masih dapat menghasilkan, jika pengolahan tanahnya dilakukan dengan baik. Tetapi, tanaman kacang tanah dapat tumbuh optimal pada tanah ringan yang cukup mengandung unsur hara. Tanah ringan tersebut umumnya gembur sehingga memungkinkan akar tumbuh dengan baik, dan lebih banyak polong yang terbentuk.
Kacang tanah masih mampu tumbuh dengan cukup baik pada tanah asam (pH 5,0), tetapi peka terhadap tanah basa. Keasaman (pH) tanah yang ideal bagi kacang tanah berkisar antara 6,0 – 7,0. Pada pH tanah antara 7,5 – 8,0, daun akan menguning dan terjadi bercak hitam pada polong. Dengan demikian, kualitas dan kuantitas produksi polong akan menurun.

2). Keadaan Iklim

Kacang tanah pada umumnya tumbuh di iklim kering. Suhu amat berpengaruh terhadap perkecambahan biji dan pertumbuhan awal. Pada suhu kurang dari 18°C, laju perkecambahan rendah. Pertumbuhan kacang tanah meningkat sejalan dengan peningkatan suhu dar 20°C menjadi 30°C.
Jumlah dan distribusi curah hujan sangat berpengaruh terhadap produksi kacang tanah. Hujan yang cukup pada saat tanam sangat dibutuhkan agar tanaman dapat berkecambah dengan baik. Distribusi curah hujan yang merati selama periode tumbuh akan menjamin keberhasilan pertumbuhan vegetatif.
Kelembapan tanah yang cukup pada fase awal pertumbuhan, fase berbunga, dan fase pembentukan polong sangat penting untuk mendapatka produksi yang tinggi.

3). Waktu Tanam

Pada lahan kering, kacang tanah dapat ditanam sepanjang tahun yaitu pada musim kemarau I (Maret/April – Juni/Juli), musim kemarau II (Juni/ Juli – September/Oktober), dan pada musim hujan (November/Desember – Februari/Maret).

Pemilihan Biji Benih
Biji yang akan digunakan sebagai benih dipilih dari varietas unggul dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1) Biji cukup tua, bernas, kulit biji halus mengkilat, dan berasal dari tanaman yang bebas hama dan penyakit.
2) Daya tumbuh baik (90% atau lebih).
3) Laju perkecambahan tinggi.
4) Biji tidak tercampur dengan varietas lain.
5) Berumur genjah (100 – 105 hari).
6) Potensi hasil tinggi (1,8 ton/ha atau lebih).

Pengolahan Tanah
Kacang tanah sebaiknya ditanam dalam larikan. Cara larikan bertujuan untuk mempermudah pemeliharaan tanaman, yang meliputi penyiangan gulma dan penyemprotan.
Pada tanah yang subur, benih ditanam dengan jarak 40 cm x 15 cm ata 30 cm x 20 cm. Pada tanah yang kurang subur, jarak tanam dapat dibuat lebih rapat, yakni 40 cm x 10 cm atau 20 cm x 20 cm. Lubang tanam dibuat dengan cara ditugal sedalam 3 cm. Tiap lubang diisi dengan 1 butir benih kacang, kemudian ditutup dengan tanah halus.

Pengairan
Tanaman kacang tanah tidak tahan terhadap genangan air, namun memerlukan lingkungan yang lembap. Pada fase perkecambahan, pembungaan dan pembentukan polong, tanaman ini sangat memerlukan air. Dua minggu menjelang panen, tanah tidak perlu diairi lagi sehingga kadar air dalam biji cepat menurun.

Pemupukan
Pupuk yang umum digunakan bagi kacang tanah adalah pupuk nitroge (N), fosfat (P), dan kalium (K). Pupuk nitrogen dapat diberikan dalam dosis 20 kg – 25 kg N/ha. Pemberiannya dilakukan 1 hari sebelum tanam atau bersamaan pada saat tanam. Pupuk dipendam kira-kira 5 cm dari tanaman. Pupuk fosfat diberikan dalam dosis 45 kg – 60 kg/ha. Diberikan sebagian sebelum tanam dan sebagian lagi pada saat tanam.
Pupuk kalium diberikan sebanyak 50 kg – 60 kg/ha. Pupuk ini diberikan pada saat tanam, yang berfungsi sebagai pupuk dasar.

Penyiangan dan Penggemburan
Apabila terlihat adanya rumput atau gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman kacang, sebaiknya langsung disiangi. Bersamaan denga penyiangan dapat dilakukan penggemburan tanah di antara barisan tanaman terutama pada saat tanaman berbunga. Pada saat bunga berumur 46 minggu sebaiknya tidak dilakukan penyiangan karena dapat merusak bunga.

4. Panen
Kacang tanah yang sudah siap panen, daunnya mulai menguning dan rontok. Penentuan waktu panen disesuaikan pula dengan jenis atau variet yang ditanam. Polong yang sudah tua memiliki kulit yang keras dengan biji yang bernas dan kulit biji yang tipis.
Panen kacang tanah umumnya dilakukan secara manual yaitu denga mencabut tanaman. Cara panen tersebut meskipun memerlukan banyak tenaga dan waktu, namun mampu menghasilkan mutu biji yang lebih baik karena dapat terhindar dari kerusakan mekanis.

Demikian artikel pembahasan tentang”Teknik Budidaya Kacang Tanah Yang Baik  Agar Hasil Melimpah“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa

BUDIDAYA DAN MULTIGUNA SAYURAN KECIPIR

BUDIDAYA DAN MULTIGUNA SAYURAN KECIPIR - Di setiap daerah pastinya ada beberapa masyarakat yang membuat kegiatan perkebunan  Budidaya Sayur...